Halo sobat energimuda, pada kesempatan kali ini kita akan membahas hal yang sama seperti pembahasan yang sebelumnya yaitu energi listrik yang sangat vital dan memiliki peranan yang penting dalam hidup kita. Sebenarnya apa sih pengertian energi itu? energi merupakan suatu daya atau kegiatan yang diperlukan untuk melakukan berbagai proses kegiatan yang ada di dunia ini. Setiap kegiatan yang kamu lakukan entah itu duduk, berdiri membutuhkan energi.

Nah, pertanyaannya darimana manusia memperoleh energi? Yah, benar sekali manusia memperoleh energi dari zat yang kita makan menjadi energi gerak  dan energi-energi yang lainnya. Bagaimana dengan energi listrik? Darimana listrik memperoleh energi, jadi ada banyak sumber energi listrik nih teman-teman, kalau kalian membaca postingan sebelumnya pasti kalian tahu apa saja sumber energi listrik.

Jadi, ada banyak sumber energi utama yang bisa menjadi energi listrik mulai dari angin, air, matahari, minyak, batu bara, nuklir, dan biomassa yang berasal dari sampah. Wah, ternyata sampahpun bisa menjadi energi utama pembangkit listrik loh teman-taman. Sangat menarik sekali bukan, selain dapat mengurangi penumpukan sampah kita juga akan mendapatkan alternatif sumber energi pembangkit listrik.

Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa)

Hal ini memang menjadi perhatian khusus bagi pemerintah Indonesia dan penemuan ini pun mendapat respon dari presiden kita bapak Joko Widodo yang dengan kiatnya akan membangun pembangkit listrik tenaga sampah dan ternyata sudah ditetapkan juga loh peraturan mengenai hal itu. Jadi, melalui peraturan presiden Nomor 35 tahun 2018, pemerintah memiliki inisiatif untuk mempercepat pembangunan pembangkit listrik berbasis sampah menggunakan teknologi ramah lingkungan dari proses thermal incinerator atau pembakaran.

Ini ide yang sangat bagus sekali bukan? Sampah yang ada di kota memang menjadi masalah utama khususnya di Ibukota. Sampah ini sangat berbahaya sekali loh teman-teman apalagi jika berhubungan dengan sampah yang tidak dapat diuraikan seperti sampah plastik yang memang sulit untuk terurai dan membutuhkan waktu ratusan bahkan ribuan tahun agar bisa terurai di tanah. Wah, lama juga yah?

Menumpuknya sampah yang ada di jalan-jalan, selokan, dan bahkan di sungai akan membawa bencana yang besar seperti terjadinya banjir akibat penyumbatan saluran air. Bencana ini sudah sering terjadi di Ibukota Jakarta yang memang dan pemerintah Ibukota juga sdah kualahan untuk mengatasi masalah sampah ini.

Belum lagi konflik yang akan terjadi antara pemerintah dan masyrakat yang lokasinya dijadikan sebagai tempat pembuangan akhir (TPA) karena kotor dan baunya yang akan membuat kawasan itu menjadi kumuh dan warga akan mudah terserang penyakit pastinya akibat bakteri dan kuman yang ada pada sampah.

Sebenarnya pembangkit listrik tenaga sampah ini sudah di aplikasikan di Negara-negara maju loh teman-teman seperti di Negara Denmark, Amerika, Swiss dan Prancis. Disana mereka sudah memaksimalkan proses pengolahan sampah menjadi suatu energi listrik. Khusus di Denmark, mereka sudah memanfaatkan  54% sampah yang diubah menjadi energi listrik. Wah, Indonesia cukup ketinggalan ya dengan alternatif pembangkit listrik yang penuh manfaat ini. Tapi tak apa, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali bukan?

Manfaat Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik

Dari teknologi ramah lingkungan pengolahan sampah menjadi energi listrik ini ada beberapa manfaat yang akan didapatkan.

  • Peningkatan Kesehatan Masyrakat

Manfaat yang pertama adalah peningkatan kesehatan masyarakat. Ini sudah pasti karena sampah tidak akan dibiarkan menumpuk dan menjadi sarang kuman dan bakteri.

  • Peningkatan Kualitas Lingkungan

Dengan diolahnya sampah menjadi energi listrik maka, sampah tersebut akan lebih bermanfaat menjadi sumber energi terbarukan dan tidak lagi mencemari lingkungan.

  • Jumlah Sampah Berkurang

Dengan adanya penglahan sampah menjadi energi listrik maka secara tidak hal ini akan membuat sampah menjadi berkurang dan warga kota menjadi bahagia karena terhindar dari risiko terserang penyakit kota menjadi tempat yang indah dan tidak akan terjadi bencana banjir lagi setiap tahunnya.

Lokasi Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

Nah, menurut informasi lokasi pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) ini akan dilakukan di beberapa kota yang bekerja sama satu sama lain dalam yakni Ibukota Jakarta, Tangerang, Tangerang Selatan, Bekasi, Bandung, Semarag, Surakarta, Surabaya, Makassar, Denpasar, Palembang dan Manado. Wah cukup banyak ya teman-teman? ini hal yang wajar karena untuk bisa membangun pembangkit listrik tenaga sampah pasti akan membutuhkan pasokan sampah yang banyak.

Cara Mengubah Sampah Menjadi Energi Listrik

Kalian pasti penasaran kan bagaimana cara mengolah sampah hingga menjadi energi listrik yang merupakan sumber energi terbarukan. Berikut akan kami jelaskan menurut informasi dari Direktur Pusat Teknolgi Lingkungan dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Indonesia.

  • Truk Membawa Sampah

Jadi awalnya akan ada truk pengangkut sampah yang sudah dikondisikan untuk membawa sampah ke Tempat Pembuangan Akhir.

  • Menggunakan Mesin Press

Setelah sampah telah sampai di TPA, maka akan ada mesin press yang langsung menekan hingga sampah mampat dan airnya akan turun dan ditampung oleh truk itu sendiri.

  • Memilah Sampah

Setelah dilakukan pengepressan, langkah selanjutny adalah memilah sampah dengan memisahkan logam dan kaca karena elemen tersebut akan menghambat proses pembakaran. Setelah dilakukan pemilahan, sampah akan diangkut oleh robot untuk dimasukkan ke ruang bakar yang memiliki suhu sekitar 800 hingga 1000 derajat celcius.

  • Proses Pembakaran menjadi Energi Listrik

Nah, proses pembakaran atau incinerator ini nantinya akan menyisakan sekitar 10% dari sampah yang dibakar sedangkan panas yang dihasilkan selama proses pembakaran akan dialirkan untuk memanaskan boiler agar menghasilkan uap.

Dan ternyata, uap inilah yang akan digunakan untuk menggerakkan turbin yang sudah dihubungkan dengan generator dengan bantuan poros kemudian generator akan menghasilkan energi listrik  dan listrik tersebut nantinya akan didistribusikan ke PLN.

Jadi dari proses pengolahan sampah atau pembakaran sampah tersebut prinsipnya sama dengan pembangkit listrik tenaga uap, akan tetapi bahan bakarnya tidak menggunakan batubara tetapi sampah yang merupakan sumber daya terbarukan.

Proses Konversi Thermal atau Pembakaran Sampah menjadi Energi Listrik

Proses konversi thermal untuk mengubah sampah menjadi energi listrik ini dapat dilakukan dengan beberapa cara seperti insinerasi, pirolisa, dan gasifikasi. Nah, proses konversi thermal yang kurang tepat digunakan adalah proses konversi thermal dengan insinerasi karena pada dasarnya merupakan proses oksidasi bahan oraganik menjadi bahan anorganik yang prosesnya memang sangat cepat namun akan membuat sisa pembakaran menjadi debu polusi jika tidak diangkut kembali oleh truk.

Namun, secara keseluruhan teknologi pengolahan sampah ini memang lebih menguntungkan loh teman-teman jika dibandingkan dengan pembangkit listrik yang lainnya. Misalnya saja jika kita bandingkan dengan penggunaan batu bara. Jadi, 100.000 ton sampah ini setara dengan 10.000 ton batu bara. Sangat fantastis sekali bukan sebagai alternatif sumber energi listrik yang terbarukan. Tidak hanya dapat mengatasi masalah polusi,namun juga dapat menghasilkan energi bahan bakar gratis dan dapat menghemat devisa Negara.

Bagaimana pendapat kalian mengenai hal ini? itulah informasi mengenai sampah yang bisa dijadikan sebagai energi pembangkit listrik. Sekian, semoga artikel ini bermanfaat. Terimakasih.